Jakarta, 10 September 2026 – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat memperkuat pelayanan publik melalui inovasi SI MAYOR SMILE, sebuah layanan informasi digital yang dirancang agar semakin inklusif, ramah, aksesibel, dan mudah digunakan masyarakat. Nama SI MAYOR SMILE merupakan kependekan dari Sistem Layanan Informasi yang Inklusif, Ramah, Aksesibel, dan Bersahabat. Inovasi tersebut memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan kelompok rentan dan penyandang disabilitas dalam memperoleh informasi keimigrasian. Kehadiran layanan digital ini diharapkan mengurangi hambatan yang selama ini dapat dialami sebagian masyarakat ketika mencari informasi mengenai prosedur pelayanan. Selain menyediakan informasi, sistem juga dirancang agar petugas dapat memberikan pendampingan kepada pengguna yang membutuhkan dukungan khusus. Pengembangan SI MAYOR SMILE menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi di lingkungan Imigrasi Jakarta Pusat.
Salah satu unsur utama SI MAYOR SMILE adalah menu Layanan Ramah HAM yang dilengkapi dengan 13 fitur aksesibilitas. Fitur tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat dengan kebutuhan berbeda ketika mengakses informasi melalui perangkat digital. Penyandang disabilitas menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian karena layanan daring belum tentu mudah digunakan apabila sebuah situs tidak dirancang dengan mempertimbangkan aspek aksesibilitas. Selain itu, kelompok rentan seperti lanjut usia juga membutuhkan tampilan serta informasi yang sederhana dan mudah dipahami. Imigrasi Jakarta Pusat ingin memastikan transformasi digital tidak justru menciptakan kesenjangan baru bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan tertentu. Karena itu, aspek kemudahan penggunaan ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dalam pengembangan layanan tersebut.
Sebelum layanan digunakan secara lebih luas, Imigrasi Jakarta Pusat menggelar sosialisasi dan pendampingan kepada para petugas pada 2 September 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh petugas memahami fungsi, fitur, serta tata cara penggunaan SI MAYOR SMILE. Petugas tidak hanya diberikan penjelasan mengenai sistem, tetapi juga mengikuti simulasi penggunaan layanan secara langsung. Melalui simulasi itu, mereka dipersiapkan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ketika menggunakan fitur yang tersedia. Kemampuan petugas memberikan pendampingan dinilai sama pentingnya dengan kualitas teknologi yang digunakan. Sistem digital yang baik tetap membutuhkan dukungan sumber daya manusia agar masyarakat mendapatkan informasi secara cepat dan tepat.
Kepala Subseksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat Ruri Febrina menjadi penggagas inovasi tersebut. Ia menekankan pentingnya memastikan petugas bukan hanya memahami cara mengoperasikan SI MAYOR SMILE, tetapi juga mampu menjelaskan setiap fitur kepada masyarakat. Pendampingan diperlukan terutama bagi pengguna yang membutuhkan bantuan khusus ketika mengakses layanan digital. Dengan pendekatan tersebut, informasi keimigrasian diharapkan dapat diperoleh masyarakat secara lebih setara. Petugas juga mempunyai peran untuk menjembatani kebutuhan pengguna dengan teknologi yang telah disediakan. Model pelayanan tersebut menempatkan teknologi dan interaksi langsung dengan petugas sebagai dua unsur yang saling melengkapi.
SI MAYOR SMILE juga terhubung dengan penguatan layanan prioritas yang telah disediakan Kantor Imigrasi Jakarta Pusat. Kelompok yang memperoleh prioritas mencakup warga lanjut usia berumur 60 tahun ke atas, penyandang disabilitas, anak di bawah tiga tahun, ibu hamil dan menyusui, serta pemohon yang sedang sakit atau akan berobat ke luar negeri. Pemohon dalam kelompok tersebut dapat datang langsung untuk mendapatkan layanan paspor prioritas tanpa biaya tambahan. Mereka dapat mendatangi kantor pada pukul 07.30 hingga 09.00 WIB dan menuju layanan pelanggan untuk menjalani pemeriksaan awal dokumen. Setelah persyaratan dinyatakan sesuai, pemohon mendapatkan nomor antrean khusus sebelum menjalani proses foto, perekaman biometrik, dan wawancara. Paspor kemudian dapat selesai empat hari kerja setelah pembayaran dilakukan apabila permohonan disetujui.
Penguatan pelayanan inklusif tidak hanya dilakukan melalui sistem digital. Kantor Imigrasi Jakarta Pusat juga menyediakan sejumlah fasilitas fisik yang dirancang ramah terhadap penyandang disabilitas dan kelompok prioritas. Fasilitas tersebut antara lain area parkir khusus disabilitas yang berada dekat akses masuk gedung, kursi roda yang dapat digunakan selama proses pelayanan, serta jalur landai untuk mempermudah pengguna alat bantu mobilitas. Tersedia pula guiding block untuk membantu penyandang tunanetra bergerak di lingkungan kantor. Toilet ramah disabilitas, ruang tunggu khusus, loket prioritas, dan ruang laktasi juga menjadi bagian dari fasilitas yang tersedia. Kombinasi fasilitas fisik dan layanan digital diharapkan membuat akses pelayanan semakin mudah sejak masyarakat tiba hingga seluruh proses administrasi selesai.
Selain SI MAYOR SMILE, Imigrasi Jakarta Pusat telah mengembangkan kanal Lapor Si Mayor sebagai sarana masyarakat menyampaikan pengaduan, aspirasi, kritik, saran, maupun permintaan informasi mengenai pelayanan keimigrasian. Kanal tersebut mencakup persoalan paspor, izin tinggal, dan layanan keimigrasian lainnya. Masyarakat dapat menyampaikan laporan dengan melengkapi informasi mengenai permasalahan yang dialami serta bukti pendukung apabila diperlukan. Sistem juga menyediakan pilihan pengiriman laporan secara anonim maupun rahasia sesuai kebutuhan pengguna. Laporan yang masuk akan melalui proses verifikasi sebelum diteruskan untuk ditindaklanjuti. Kehadiran kanal pengaduan tersebut memperluas ruang komunikasi antara masyarakat dan kantor imigrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Transformasi pelayanan berbasis digital juga memungkinkan masyarakat memperoleh informasi tanpa selalu harus datang langsung ke kantor. Situs Imigrasi Jakarta Pusat telah menyediakan berbagai informasi mengenai paspor baru, penggantian paspor, perubahan data paspor, layanan bagi warga negara asing, izin tinggal, visa, hingga biaya keimigrasian. Pilihan bahasa yang tersedia mencakup bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, dan Korea. Penyediaan informasi dalam beberapa bahasa membantu memperluas akses, khususnya bagi warga negara asing yang membutuhkan pelayanan keimigrasian. SI MAYOR SMILE kemudian melengkapi sistem tersebut dengan pendekatan aksesibilitas yang lebih kuat bagi kelompok dengan kebutuhan khusus. Pengembangan berbagai kanal digital menunjukkan pelayanan publik semakin diarahkan pada kemudahan akses dan kebutuhan pengguna yang beragam.
Penerapan SI MAYOR SMILE juga menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Tantangan dalam pelayanan digital tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan aplikasi atau situs, tetapi juga kemampuan pengguna memahami informasi yang disampaikan. Kelompok lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi dapat membutuhkan pendekatan berbeda. Karena itu, kesiapan petugas dalam memberikan penjelasan tetap menjadi faktor penting meskipun layanan telah beralih ke sistem digital. Sosialisasi internal yang dilakukan Imigrasi Jakarta Pusat diarahkan untuk memastikan teknologi benar-benar digunakan sebagai alat untuk mempermudah pelayanan. Dengan demikian, digitalisasi tidak sekadar memindahkan informasi dari loket ke layar, tetapi juga meningkatkan kualitas interaksi antara instansi dan masyarakat.
Imigrasi Jakarta Pusat berharap SI MAYOR SMILE dapat menjadi layanan informasi yang semakin responsif, mudah digunakan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Implementasinya akan membutuhkan evaluasi berkelanjutan agar fitur aksesibilitas yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna. Masukan masyarakat melalui kanal pengaduan maupun saran juga dapat menjadi bahan untuk memperbaiki layanan dari waktu ke waktu. Kehadiran fasilitas ramah HAM di kantor dan pengembangan layanan digital menunjukkan pendekatan inklusif diterapkan pada pelayanan langsung maupun daring. Dengan dukungan petugas yang memahami penggunaan sistem, masyarakat diharapkan memperoleh informasi keimigrasian tanpa menghadapi hambatan yang tidak perlu. SI MAYOR SMILE pun menjadi salah satu langkah Imigrasi Jakarta Pusat untuk mendorong pelayanan publik yang lebih setara bagi seluruh lapisan masyarakat.