Mantan wasit legendaris, Pierluigi Collina, memberikan penjelasan mengenai keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang menganulir gol Jerman dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, keputusan tersebut diambil berdasarkan penerapan Laws of the Game dan telah melalui proses pemeriksaan yang menyeluruh.
Collina menjelaskan bahwa setiap gol yang dicetak akan melalui pengecekan otomatis oleh VAR untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Pemeriksaan meliputi kemungkinan offside, pelanggaran terhadap lawan, handball, maupun insiden lain yang dapat memengaruhi keabsahan gol.
Dalam kasus gol Jerman, VAR menemukan adanya pelanggaran yang terjadi sebelum bola masuk ke gawang. Berdasarkan bukti tayangan ulang dari berbagai sudut kamera, wasit kemudian memutuskan untuk membatalkan gol tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Keputusan itu sempat memicu perdebatan di kalangan pemain dan pendukung Jerman. Banyak yang merasa gol tersebut seharusnya tetap disahkan karena pelanggaran yang terjadi dinilai tidak terlalu berpengaruh terhadap jalannya permainan.
Namun, Collina menegaskan bahwa tugas wasit dan VAR bukan menilai besar atau kecilnya dampak suatu pelanggaran, melainkan memastikan seluruh keputusan sesuai dengan aturan permainan. Jika ditemukan pelanggaran yang relevan dalam fase serangan sebelum gol tercipta, maka gol memang harus dianulir.
Ia juga menilai penggunaan teknologi VAR telah membantu meningkatkan akurasi keputusan di turnamen besar seperti Piala Dunia. Meski terkadang memunculkan kontroversi, sistem tersebut bertujuan meminimalkan kesalahan yang dapat memengaruhi hasil pertandingan.
Collina mengakui bahwa keputusan seperti ini memang sulit diterima oleh tim yang dirugikan. Namun, ia menegaskan bahwa konsistensi dalam menerapkan peraturan menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga keadilan dan integritas kompetisi.
Dianulirnya gol tersebut menjadi salah satu momen krusial yang memengaruhi jalannya pertandingan dan akhirnya berkontribusi pada tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia 2026. Insiden itu kembali menunjukkan bahwa peran VAR semakin penting dalam memastikan setiap keputusan di lapangan diambil secara tepat sesuai dengan aturan yang berlaku.