Jakarta, 9 Mei 2026 – Dinas kesehatan di wilayah East Jakarta masih menyelidiki kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa usai mengonsumsi menu dalam program MBG. Pihak berwenang menyebut hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan diperkirakan baru akan keluar pekan depan.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah lebih dari 250 siswa mengalami keluhan kesehatan seperti mual, muntah, sakit perut, dan pusing setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.
Pihak dinas kesehatan telah mengambil sejumlah sampel makanan, bahan baku, serta perlengkapan pengolahan untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan penyebab pasti kejadian dan mengetahui apakah terdapat kontaminasi tertentu pada makanan yang dikonsumsi siswa.
Selain pengujian makanan, petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan terhadap proses distribusi, penyimpanan, dan pengolahan makanan dalam program tersebut.
Mayoritas siswa yang terdampak disebut telah mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka berangsur membaik. Meski demikian, pemantauan kesehatan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan.
Kasus ini memicu kekhawatiran para orang tua siswa terkait keamanan makanan yang diberikan di lingkungan sekolah. Banyak pihak meminta pengawasan kualitas pangan diperketat, terutama dalam program distribusi makanan massal.
Pengamat kesehatan masyarakat menilai investigasi menyeluruh sangat penting karena kasus keracunan makanan dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kebersihan bahan baku, proses memasak, hingga penyimpanan makanan sebelum dikonsumsi.
Selain investigasi teknis, sejumlah pihak juga mendorong evaluasi terhadap sistem pengawasan dan standar keamanan pangan dalam program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pemerintah daerah menyatakan akan menunggu hasil resmi laboratorium sebelum menyimpulkan penyebab utama insiden tersebut. Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan hasil laboratorium pekan depan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sumber dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa di Jakarta Timur tersebut.