Manchester, 26 Agustus 2026 – Erling Haaland menjadi sorotan saat Manchester City mengawali Liga Inggris 2026/2027 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Bournemouth di Stadion Etihad, Minggu, 23 Agustus 2026. Bukan hanya hasil pertandingan yang menarik perhatian, tetapi juga perubahan penampilan striker asal Norwegia tersebut yang memangkas rambut panjang khasnya menjadi gaya buzz cut. Haaland tampil sebagai starter dan menjalani pertandingan ke-200 bersama Manchester City, tetapi tidak berhasil mencetak gol dalam laga tersebut. City sempat tertinggal lebih dahulu sebelum membalikkan keadaan melalui Marc Guéhi dan Josko Gvardiol pada tujuh menit terakhir pertandingan. Perubahan gaya rambut Haaland pun semakin ramai dibicarakan setelah performanya di depan gawang belum menghasilkan gol.
Haaland memperlihatkan penampilan barunya hanya beberapa jam sebelum pertandingan melawan Bournemouth. Rambut pirang panjang yang selama beberapa musim menjadi ciri khasnya kini dipangkas sangat pendek sehingga membuat penampilannya terlihat berbeda. Perubahan tersebut sebelumnya telah ia bagikan melalui media sosial dan langsung memancing beragam reaksi dari penggemar sepak bola. Gaya baru itu kemudian menjadi semakin menarik perhatian karena debutnya berlangsung tepat pada pertandingan pembuka musim Manchester City. Sejumlah penggemar bahkan mengaitkan kegagalan Haaland mencetak gol dengan perubahan rambut tersebut, meskipun tentu saja tidak ada hubungan olahraga yang dapat membuktikan anggapan tersebut.
Dalam pertandingan melawan Bournemouth, Haaland sebenarnya memperoleh peluang emas sejak babak pertama. Pada menit ke-14, Nico O’Reilly memberikan umpan silang yang mengarah kepada Haaland ketika posisi gawang Bournemouth terbuka, tetapi sang striker gagal melakukan penyelesaian dengan sempurna. Kesempatan tersebut menjadi salah satu peluang terbaik City sebelum Bournemouth justru mampu membuka keunggulan melalui Marcus Tavernier pada menit ke-26. Haaland kemudian tetap berusaha mencari ruang di lini depan, tetapi pertahanan Bournemouth mampu membatasi pergerakannya. Hingga pertandingan berakhir, penyerang 26 tahun tersebut tidak berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Kegagalan mencetak gol tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Haaland karena sebelumnya ia dikenal sangat produktif dalam pertandingan-pertandingan awal musim. Musim lalu, ia menjadi salah satu pemain utama City dan kembali menunjukkan ketajamannya di depan gawang. Namun, pada laga pembuka kali ini, kontribusi gol justru datang dari pemain lain. Marc Guéhi menyamakan kedudukan pada menit ke-84 setelah menyambut umpan sepak pojok Rayan Cherki. Tidak lama kemudian, Josko Gvardiol mencetak gol pada menit ke-90+1 untuk memastikan City melakukan comeback dan mengamankan tiga poin.
Haaland tercatat melepaskan lima percobaan sepanjang pertandingan, tetapi tidak ada yang berujung menjadi gol. Dua di antaranya mengarah ke sasaran, sementara peluang emas yang diperolehnya belum mampu dimaksimalkan. Situasi tersebut membuat perhatian publik semakin tertuju pada sang striker karena penampilan barunya dianggap bertepatan dengan menurunnya produktivitas di laga perdana. Sebelumnya, Haaland juga gagal mencetak gol ketika Manchester City menghadapi Arsenal dalam ajang Community Shield. Meski demikian, terlalu dini untuk menarik kesimpulan mengenai performanya hanya berdasarkan dua pertandingan tanpa gol, mengingat musim masih panjang dan kesempatan mencetak gol masih akan sangat banyak.
Perubahan rambut Haaland juga memunculkan cerita tersendiri karena sebelumnya ia pernah mendapat candaan dari Zlatan Ibrahimovic mengenai rambut panjangnya. Ibrahimovic pernah mengingatkan Haaland agar tidak memotong rambut karena secara bercanda menganggap kekuatan sang pemain berasal dari rambut tersebut. Setelah Haaland benar-benar memangkas rambutnya, Ibrahimovic kembali memberikan reaksi bernada humor. Pep Guardiola dan sejumlah sosok lain juga menjadi orang yang diperlihatkan Haaland gaya rambut barunya sebelum pertandingan. Reaksi tersebut membuat perubahan penampilan Haaland tidak hanya menjadi urusan gaya pribadi, tetapi ikut menjadi bahan pembicaraan di kalangan penggemar sepak bola.
Di sisi lain, hasil pertandingan tetap menjadi hal paling penting bagi Manchester City. Tim asuhan Enzo Maresca tersebut menunjukkan karakter kuat karena mampu bangkit setelah tertinggal satu gol. City terus menekan pertahanan Bournemouth dan akhirnya mendapatkan hasil melalui dua gol pada fase akhir pertandingan. Kemenangan itu menjadi awal positif bagi Maresca dalam pertandingan liga pertamanya sebagai pelatih City. Bagi Haaland sendiri, kemenangan tim dapat menjadi modal untuk menghadapi pertandingan berikutnya sambil berusaha kembali menemukan ketajaman yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utamanya.
Sorotan mengenai rambut Haaland kemungkinan masih akan berlanjut selama penampilannya di lapangan belum kembali menghasilkan gol. Sebagian penggemar bahkan secara bercanda meminta sang striker kembali memanjangkan rambutnya setelah melihat kegagalannya mencetak gol melawan Bournemouth. Namun, kemampuan seorang penyerang tentu lebih banyak ditentukan oleh kondisi fisik, strategi tim, kualitas peluang, serta efektivitas penyelesaian akhir dibandingkan gaya rambut. Haaland masih memiliki waktu panjang untuk membuktikan bahwa perubahan penampilan tersebut tidak memengaruhi produktivitasnya. Pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan bagi pemain asal Norwegia itu untuk menjawab sorotan dengan performa di atas lapangan.
Kemenangan 2-1 atas Bournemouth pada akhirnya memberikan Manchester City tiga poin penting dalam pertandingan pembuka musim. Sementara itu, Haaland harus menerima catatan tanpa gol meskipun mendapatkan sejumlah peluang dan tampil penuh dengan gaya rambut barunya. Situasi tersebut membuat perhatian publik terbagi antara keberhasilan City melakukan comeback dan performa striker andalan mereka. Dengan kompetisi yang baru dimulai, hasil satu pertandingan belum dapat menggambarkan perjalanan Haaland maupun Manchester City sepanjang musim. Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum kemenangan sekaligus memberikan ruang bagi Haaland untuk kembali mencetak gol dan membuktikan bahwa rambut cepaknya bukan pertanda hilangnya ketajaman sang mesin gol.