RABAT, 21 Juni 2026 – Bek andalan Maroko, Achraf Hakimi, menjadi sorotan setelah perkembangan kasus dugaan pemerkosaan yang menjeratnya kembali mencuat di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026. Situasi tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan dirinya absen saat Maroko tampil di babak 32 besar jika tim berhasil lolos dari fase grup.
Meski isu tersebut ramai diperbincangkan, hingga saat ini belum ada keputusan resmi yang menyatakan bahwa Achraf Hakimi harus meninggalkan skuad Maroko atau dipastikan absen dari pertandingan Piala Dunia. Statusnya masih bergantung pada perkembangan proses hukum dan jadwal yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Hakimi sebelumnya telah membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya dan tetap menjalani aktivitas profesional sebagai pesepak bola. Di tengah proses yang berlangsung, ia juga masih menjadi salah satu pemain kunci bagi tim nasional Maroko.
Kehadiran Hakimi memiliki arti penting bagi Morocco national football team. Selain menjadi andalan di sektor pertahanan, kemampuan menyerangnya dari sisi lapangan sering menjadi salah satu sumber kreativitas utama tim.
Spekulasi mengenai absennya Hakimi muncul karena adanya kemungkinan benturan jadwal antara agenda hukum dan pertandingan internasional. Namun sejauh ini belum ada kepastian bahwa kondisi tersebut benar-benar akan terjadi pada fase gugur Piala Dunia.
Pihak federasi sepak bola Maroko maupun tim pelatih masih berharap sang pemain dapat terus fokus membantu tim di turnamen. Mereka juga memilih menunggu perkembangan resmi sebelum mengambil langkah atau keputusan apa pun terkait situasi tersebut.
Bagi Maroko, kehilangan pemain dengan kualitas dan pengalaman seperti Hakimi tentu akan menjadi pukulan besar. Karena itu, berbagai pihak di dalam tim berharap persoalan di luar lapangan tidak mengganggu konsentrasi skuad yang sedang berjuang meraih hasil terbaik di Piala Dunia 2026.
Untuk saat ini, Hakimi masih berstatus sebagai bagian dari tim nasional Maroko. Meski isu mengenai potensi absennya di babak 32 besar terus menjadi bahan perbincangan, keputusan akhir akan sangat bergantung pada perkembangan proses hukum dan kebijakan yang berlaku dalam beberapa waktu ke depan.