Jakarta, 15 Oktober 2026 – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyampaikan optimismenya terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia memandang berbagai langkah pemerintah dalam memperkuat sektor strategis dapat menjadi pendorong aktivitas ekonomi nasional. Penguatan ketahanan pangan, peningkatan produktivitas, dan keberlanjutan pembangunan menjadi sejumlah aspek yang mendapat perhatian. Pemerintah juga berupaya menjaga daya beli masyarakat serta menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan dunia usaha. Optimisme tersebut muncul di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang masih memengaruhi perkembangan perekonomian nasional.
Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dimulai pada 20 Oktober 2024, perkembangan ekonomi menjadi salah satu aspek penting dalam evaluasi kebijakan nasional. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinilai berdasarkan peningkatan aktivitas produksi dan konsumsi, tetapi juga melalui dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Pemerintah memiliki sejumlah agenda pembangunan yang diarahkan untuk memperkuat fondasi perekonomian dalam jangka panjang. Pelaksanaan program tersebut membutuhkan koordinasi antarkementerian serta dukungan dari pemerintah daerah dan pelaku usaha. Zulhas menilai keberlanjutan kebijakan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan.
Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulhas memiliki perhatian terhadap penguatan produksi dan distribusi komoditas pangan nasional. Sektor pangan memegang peranan penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan stabilitas harga. Ketersediaan bahan pangan yang memadai dapat membantu menjaga daya beli sekaligus mendukung aktivitas ekonomi rumah tangga. Selain itu, peningkatan produktivitas pertanian berpotensi memberikan manfaat bagi petani dan pelaku usaha di sepanjang rantai pasok. Oleh sebab itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung stabilitas perekonomian nasional.
Pemerintah juga menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga kebutuhan pokok. Perubahan kondisi cuaca, distribusi barang, serta perkembangan harga komoditas internasional dapat memengaruhi pasokan dan harga pangan dalam negeri. Dalam situasi tersebut, koordinasi kebijakan diperlukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Penguatan infrastruktur distribusi dan pengelolaan cadangan pangan menjadi sejumlah langkah yang relevan untuk mengurangi risiko gangguan pasokan. Stabilitas harga yang terjaga diharapkan dapat mendukung konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penggerak perekonomian.
Selain sektor pangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dipengaruhi oleh perkembangan investasi, industri manufaktur, perdagangan, dan jasa. Aktivitas investasi memiliki peran dalam mendorong pembentukan kapasitas produksi serta menciptakan kesempatan kerja baru. Sementara itu, penguatan industri dalam negeri dapat membantu meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas pasar. Pemerintah perlu menjaga iklim usaha yang kondusif melalui kepastian regulasi, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Keterkaitan antarsektor tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Optimisme terhadap prospek ekonomi nasional juga perlu mempertimbangkan berbagai risiko yang berasal dari perkembangan global. Ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan perdagangan internasional, serta fluktuasi harga energi dapat memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi. Kondisi pasar keuangan global juga berpotensi memengaruhi nilai tukar dan arus investasi ke negara berkembang. Oleh karena itu, kebijakan ekonomi perlu disusun dengan memperhatikan kemampuan Indonesia menghadapi perubahan situasi eksternal. Penguatan pasar domestik dan diversifikasi kegiatan ekonomi dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap faktor tertentu.
Menjelang peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo, capaian program pembangunan menjadi perhatian dalam menilai arah perekonomian nasional. Berbagai kebijakan membutuhkan waktu pelaksanaan dan evaluasi untuk mengetahui dampaknya terhadap masyarakat. Indikator seperti pertumbuhan produk domestik bruto, tingkat pengangguran, inflasi, investasi, dan kemiskinan dapat digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh. Selain pencapaian angka ekonomi, pemerataan manfaat pembangunan juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Dengan evaluasi yang terukur, pemerintah dapat mengidentifikasi program yang berjalan efektif serta menentukan langkah perbaikan terhadap kebijakan yang masih menghadapi kendala.
Optimisme Zulkifli Hasan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia mencerminkan harapan pemerintah untuk menjaga momentum pembangunan menjelang dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Namun, perkembangan ekonomi tetap membutuhkan dukungan kebijakan yang konsisten, koordinasi lintas sektor, dan kemampuan menghadapi tantangan global. Penguatan ketahanan pangan, peningkatan investasi, serta perlindungan daya beli masyarakat menjadi sejumlah faktor yang dapat mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa hasil pembangunan memberikan manfaat bagi berbagai kelompok masyarakat dan wilayah. Melalui pelaksanaan program yang terukur dan evaluasi berkelanjutan, perekonomian Indonesia diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.