Jakarta, 18 Mei 2026 – Kota kuno Hippo Regius di Algeria kembali menarik perhatian dunia sejarah dan arkeologi karena jejak panjang peradaban yang dimilikinya sejak sebelum masehi. Kawasan bersejarah ini dikenal luas sebagai tempat tinggal sekaligus pusat pengajaran Saint Augustine, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Kekristenan. Terletak di pesisir utara Aljazair dekat kota modern Annaba, Hippo Regius menyimpan reruntuhan kuno yang menjadi saksi perkembangan berbagai peradaban besar mulai dari Fenisia, Romawi, hingga era awal Kristen di Afrika Utara.
Hippo Regius awalnya berkembang sebagai kota pelabuhan penting milik bangsa Fenisia sebelum akhirnya dikuasai Romawi dan menjadi salah satu pusat ekonomi serta budaya utama di kawasan Afrika Utara. Nama “Regius” sendiri berarti “kerajaan”, merujuk pada status kota tersebut yang pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan Numidia sebelum masuk ke dalam kekuasaan Romawi. Dalam masa kejayaannya, Hippo Regius dikenal sebagai kota maju dengan pelabuhan aktif, bangunan publik megah, sistem jalan, serta pusat perdagangan yang menghubungkan Afrika Utara dengan wilayah Mediterania lainnya. Banyak peninggalan arsitektur Romawi seperti basilika, forum, mosaik, dan pemandian umum masih dapat ditemukan di lokasi tersebut hingga kini.
Nama Hippo Regius semakin terkenal dalam sejarah dunia karena menjadi tempat pengabdian Santo Agustinus pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi. Agustinus menjabat sebagai uskup di kota itu dan menulis banyak karya teologi penting yang kemudian memengaruhi perkembangan pemikiran Kristen hingga berabad-abad kemudian. Salah satu karya terkenalnya, Confessions dan The City of God, lahir dari periode kehidupannya di Hippo Regius. Karena pengaruh intelektual dan spiritualnya yang sangat besar, kawasan ini kini menjadi situs penting bagi sejarah agama Kristen sekaligus tujuan ziarah dan penelitian sejarah.
Selain nilai religius, Hippo Regius juga memiliki arti besar bagi studi arkeologi dunia karena memperlihatkan lapisan sejarah dari berbagai era peradaban. Para arkeolog menemukan banyak artefak yang menunjukkan bagaimana kota tersebut berkembang selama ribuan tahun sebelum akhirnya mengalami kemunduran akibat invasi dan perubahan politik kawasan. Lokasi ini kini menjadi salah satu situs sejarah penting di Aljazair yang terus menarik wisatawan, peneliti, dan pecinta sejarah dari berbagai negara. Pemerintah Aljazair bersama komunitas internasional juga terus melakukan upaya pelestarian agar peninggalan bersejarah tersebut tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Keberadaan Hippo Regius menjadi bukti bahwa Afrika Utara memiliki peran sangat besar dalam sejarah peradaban dunia, jauh sebelum era modern berkembang. Dari pusat perdagangan kuno hingga tempat lahir pemikiran teologi besar, kota ini memperlihatkan bagaimana sejarah manusia saling terhubung lintas budaya dan zaman. Hingga hari ini, reruntuhan Hippo Regius tetap berdiri sebagai simbol kejayaan masa lampau sekaligus pengingat akan warisan intelektual dan spiritual yang terus dikenang dunia.