Jakarta – Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya penguatan ekosistem e-sports nasional sebagai bagian dari strategi besar pengembangan ekonomi digital .
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Diskusi Kebangsaan bertema ‘E-Sports Nasional & Asian Games: Prestasi, Talenta, dan Ekonomi Digital Bangsa’ yang dihadiri pengurus PB ESI, pelatih, atlet nasional, serta perwakilan tim e-sports Indonesia di Jakarta, Senin (8/6) .
“E-sports bukan lagi sekadar hobi. E-sports adalah prestasi, e-sports adalah profesi, dan e-sports adalah bagian dari ekonomi digital nasional,” tegas Ibas dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026) .
Potensi Besar Indonesia di Sektor Digital
Ibas menyoroti besarnya potensi Indonesia dalam sektor digital, dengan lebih dari 210 juta pengguna internet yang mayoritas merupakan generasi muda. Menurutnya, kondisi ini menjadi modal besar untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan utama e-sports dunia .
Kehadiran e-sports dalam ajang Asian Games disebutnya sebagai bukti bahwa dunia olahraga telah memasuki era baru, di mana kompetisi tidak hanya berlangsung di arena fisik, tetapi juga di ruang digital .
Dalam konteks global, ia mengapresiasi negara-negara yang telah lebih dahulu membangun ekosistem e-sports yang kuat seperti Korea Selatan, Denmark, dan Tiongkok. Figur-figur seperti ‘Faker’ Lee Sang-hyeok dan ‘N0tail’ Johan Sundstein disebut sebagai bukti nyata bahwa ekosistem yang terbangun dengan baik mampu melahirkan juara dunia .
Prestasi Atlet E-Sports Indonesia
Meski demikian, putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu menegaskan Indonesia tidak kekurangan talenta. Atlet e-sports nasional telah menunjukkan prestasi di berbagai ajang internasional, namun masih diperlukan penguatan ekosistem yang berkelanjutan .
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Sejak 2018, atlet-atlet e-sports Indonesia telah menyumbangkan total 18 medali emas, 10 medali perak, dan 10 medali perunggu dalam berbagai ajang internasional, baik single event maupun multi-event .
Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama PB ESI disebut terus memperkuat pembinaan, mulai dari pemusatan latihan nasional, sertifikasi pelatih, kompetisi berjenjang, hingga pengembangan akademi e-sports. Saat ini, liga e-sports nasional telah menjaring lebih dari 126.000 atlet dari seluruh Indonesia .
Tantangan yang Masih Dihadapi
Sejumlah tantangan masih perlu diatasi, antara lain ketidakmerataan pembinaan daerah, keterbatasan pelatih profesional, infrastruktur digital, serta stigma terhadap e-sports di sebagian masyarakat dan dunia pendidikan .
Perwakilan Garudaku, Robertus, menyoroti masih kuatnya stigma terhadap e-sports di dunia pendidikan. Menurutnya, banyak sekolah dan perguruan tinggi yang belum sepenuhnya menerima e-sports sebagai bagian dari pengembangan prestasi siswa dan mahasiswa, meskipun kurikulum serta program pembinaan telah dirancang agar tidak mengganggu proses akademik .
Selain itu, persiapan menuju Asian Games juga masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari belum dimulainya pelatnas, kebutuhan training camp internasional, keterbatasan peralatan pertandingan berstandar tinggi, hingga kebutuhan pendanaan bagi pelatih dan tenaga keolahragaan .
Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Lintas Sektor
Wakil Ketua Harian II PB ESI, Irjen Pol. (Purn.) Dr. Benone Jesaja Louhenapessy, mengungkapkan bahwa sejak 2018, atlet e-sports Indonesia telah menyumbangkan 18 medali emas, 10 medali perak, dan 10 medali perunggu pada berbagai ajang internasional .
Menanggapi berbagai masukan tersebut, sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menyatakan komitmennya untuk turut mengawal pengembangan e-sports nasional .
Ibas menekankan perlunya langkah strategis berupa perluasan akademi daerah, penguatan sport science, percepatan infrastruktur digital, serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, DPR, industri, dan PB ESI .
“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi produsen talenta digital dunia,” ujarnya .
Sebagai Wakil Ketua MPR RI dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Ibas menegaskan komitmennya untuk terus mendorong e-sports sebagai bagian dari strategi nasional pengembangan talenta dan ekonomi digital Indonesia .
Menutup sambutannya, Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut berpesan kepada para atlet untuk terus berlatih dengan disiplin, strategi, dan semangat juang tinggi sebagai investasi masa depan bangsa .
“Kita ingin membangun ekosistem yang mandiri dan berkelanjutan. Esports bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan generasi muda Indonesia dan kebanggaan bangsa di tingkat global,” pungkas Ibas .