Jakarta, 1 Juni 2026 – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri memberikan izin kepada jajaran Patroli Jalan Raya (PJR) untuk menggunakan suara peringatan yang dikenal masyarakat sebagai “tot tot wuk wuk” saat menjalankan patroli di jalan tol. Kebijakan tersebut ditujukan untuk membantu petugas memberikan peringatan kepada pengguna jalan sekaligus memperlancar arus lalu lintas ketika terjadi kepadatan kendaraan di ruas tol.
Menurut Kakorlantas, penggunaan suara peringatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan respons pengendara ketika kendaraan patroli melintas atau saat petugas melakukan pengaturan lalu lintas. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika terjadi kepadatan atau perlambatan arus kendaraan, kehadiran kendaraan patroli yang mudah dikenali dapat membantu membuka ruang gerak dan mempercepat penanganan kemacetan.
Suara “tot tot wuk wuk” sendiri telah dikenal luas oleh masyarakat karena kerap digunakan oleh kendaraan pengawalan maupun patroli di jalan raya. Banyak pengendara yang langsung memahami maksud peringatan tersebut sehingga dapat segera memberikan ruang bagi kendaraan petugas untuk melintas. Dengan respons yang lebih cepat dari pengguna jalan, petugas diharapkan dapat lebih efektif menjangkau titik-titik kemacetan dan melakukan pengaturan lalu lintas.
Selain untuk mengurai kepadatan kendaraan, penggunaan peringatan suara tersebut juga dinilai dapat mendukung upaya menjaga keselamatan di jalan tol. Petugas dapat lebih mudah memberikan tanda kepada pengguna jalan mengenai adanya situasi tertentu di depan, seperti kecelakaan, kendaraan mogok, pekerjaan jalan, atau kondisi lain yang membutuhkan perhatian khusus dari pengendara.
Korlantas Polri menegaskan bahwa penggunaan perangkat peringatan tersebut tetap harus dilakukan secara profesional dan sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat serta menjaga kelancaran lalu lintas di jalan tol. Dengan dukungan patroli yang lebih responsif dan kerja sama para pengguna jalan, diharapkan arus kendaraan dapat tetap berjalan aman, tertib, dan lancar terutama pada periode dengan volume lalu lintas yang tinggi.