Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menanggapi santai anggapan yang menyebut PAN sebagai “Partai Artis Nasional” karena banyaknya figur publik dan selebritas yang bergabung dengan partai tersebut. Menurutnya, kehadiran para artis merupakan bagian dari keterbukaan partai terhadap berbagai kalangan yang ingin berkontribusi di dunia politik.
Zulhas menegaskan bahwa PAN memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat, baik yang berasal dari kalangan profesional, akademisi, pengusaha, tokoh masyarakat, maupun figur publik. Baginya, latar belakang seseorang bukan menjadi penentu utama, melainkan komitmen untuk bekerja dan mengabdi kepada masyarakat.
Ia juga menilai kehadiran para artis dapat menjadi nilai tambah karena memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan kedekatan dengan masyarakat. Namun demikian, setiap kader tetap dituntut memahami tugas politik serta menjalankan tanggung jawabnya secara profesional apabila dipercaya mengemban amanah.
Menurut Zulhas, PAN terus berupaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui proses kaderisasi dan pembinaan yang berkelanjutan. Seluruh kader, termasuk yang berasal dari dunia hiburan, diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa partai politik harus terbuka terhadap berbagai latar belakang profesi sebagai bentuk representasi masyarakat yang beragam. Dengan semakin luasnya partisipasi publik, PAN berharap dapat menghadirkan gagasan dan solusi yang lebih inklusif dalam pembangunan nasional.
Melalui pendekatan tersebut, Zulhas menegaskan bahwa PAN tetap berfokus pada penguatan organisasi, peningkatan kualitas kader, serta pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran figur publik dinilai sebagai bagian dari dinamika politik yang dapat memberikan warna baru tanpa mengubah komitmen partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.