Jakarta, 28 September 2026 – Tumis cumi menjadi salah satu hidangan laut yang praktis dibuat untuk menu makan sehari-hari. Perpaduan daging cumi yang gurih dengan bumbu tumis pedas dan aromatik membuat sajian ini cocok disantap bersama nasi hangat. Namun, pengolahan cumi perlu memperhatikan waktu memasak karena teksturnya dapat berubah menjadi alot apabila terkena panas terlalu lama. Dengan teknik sederhana, cumi dapat tetap terasa empuk sekaligus menyerap bumbu dengan baik.
Bahan utama yang diperlukan adalah sekitar 500 gram cumi segar yang telah dibersihkan dan dipotong sesuai selera. Siapkan pula bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit, tomat, daun jeruk, daun salam, dan sedikit lengkuas. Untuk bumbu pelengkap dapat digunakan garam, gula, lada, saus tiram, dan kecap manis sesuai selera. Sedikit air dan minyak goreng diperlukan untuk membantu proses menumis bumbu.
Tahap pertama adalah membersihkan cumi hingga bagian dalam, tulang transparan, dan kotorannya terbuang. Setelah dicuci dengan air mengalir, cumi dapat diberi sedikit perasan jeruk nipis untuk membantu mengurangi aroma amis, kemudian diamkan sebentar dan bilas kembali. Cumi sebaiknya ditiriskan hingga airnya berkurang sebelum dimasak. Langkah ini membantu mencegah terlalu banyak cairan keluar ketika cumi masuk ke dalam wajan.
Panaskan sedikit minyak, kemudian tumis irisan bawang merah dan bawang putih sampai harum. Masukkan cabai merah, cabai rawit, daun salam, daun jeruk, serta lengkuas dan tumis hingga seluruh aromanya keluar. Tambahkan potongan tomat, saus tiram, kecap manis, sedikit gula, garam, dan lada. Aduk bumbu hingga tercampur sebelum memasukkan cumi agar proses memasak cumi nantinya tidak terlalu lama.
Masukkan cumi ke dalam tumisan bumbu ketika wajan sudah cukup panas. Aduk cepat sampai seluruh permukaan cumi terkena bumbu, kemudian tambahkan sedikit air jika diperlukan. Masak dengan api sedang hingga besar selama beberapa menit saja sampai cumi berubah warna dan matang. Hindari memasaknya terlalu lama karena pemanasan berkepanjangan dapat membuat tekstur cumi menjadi lebih keras dan kenyal.
Salah satu kunci menghasilkan tumis cumi yang empuk adalah menggunakan cumi segar dan mengontrol durasi memasak. Cumi pada dasarnya tidak membutuhkan waktu lama untuk matang sehingga sebaiknya dimasukkan setelah bumbu benar-benar siap. Potongan cumi dengan ukuran relatif seragam juga membantu menghasilkan tingkat kematangan yang merata. Setelah matang, segera matikan api agar panas dari wajan tidak terus memasak cumi.
Tumis cumi dapat disajikan langsung dalam keadaan hangat bersama nasi putih. Tingkat kepedasannya bisa disesuaikan dengan menambah atau mengurangi jumlah cabai rawit, sedangkan penggunaan kecap dapat dikurangi apabila menginginkan rasa yang lebih gurih dan ringan. Tambahan daun bawang atau kemangi menjelang akhir memasak juga dapat memberikan aroma yang lebih segar. Dengan waktu memasak singkat dan bumbu yang sudah matang terlebih dahulu, tumis cumi dapat memiliki tekstur empuk, tidak alot, dan tetap kaya rasa.