Jakarta, 30 September 2026 – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan meningkatnya risiko wabah penyakit menular di Yaman ketika konflik berkepanjangan terus melemahkan sistem pelayanan kesehatan negara tersebut. Keterbatasan akses terhadap air bersih, sanitasi, obat-obatan dan fasilitas medis membuat masyarakat semakin rentan terhadap penyebaran penyakit. Kondisi paling berat dihadapi kelompok rentan, termasuk anak-anak, perempuan hamil, lanjut usia serta masyarakat yang terpaksa mengungsi. Fasilitas kesehatan yang masih beroperasi juga menghadapi tekanan akibat tingginya kebutuhan pelayanan dan terbatasnya sumber daya. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap munculnya wabah yang sulit dikendalikan apabila respons kesehatan tidak segera diperkuat.
Sejumlah penyakit menular menjadi perhatian karena dapat menyebar cepat di tengah kondisi sanitasi yang buruk dan kepadatan permukiman pengungsi. Penyakit yang ditularkan melalui air tercemar menjadi salah satu ancaman utama ketika masyarakat kesulitan memperoleh sumber air yang aman. Risiko juga meningkat ketika layanan kesehatan dasar dan program imunisasi tidak dapat menjangkau seluruh wilayah. Hambatan transportasi dan keamanan membuat distribusi obat serta perlengkapan medis ke sejumlah daerah menjadi semakin sulit. Kondisi tersebut menyebabkan kasus yang sebenarnya dapat ditangani pada tahap awal berpotensi berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih luas.
Konflik yang berlangsung bertahun-tahun telah memberikan tekanan besar terhadap infrastruktur kesehatan Yaman. Sejumlah rumah sakit dan pusat kesehatan tidak dapat beroperasi secara penuh karena kerusakan fasilitas, keterbatasan tenaga medis, kekurangan obat serta persoalan pasokan energi. Fasilitas yang masih berfungsi harus melayani masyarakat dalam jumlah besar dengan kemampuan yang terbatas. Tenaga kesehatan juga menghadapi kesulitan mempertahankan pelayanan ketika kebutuhan terus meningkat. Dalam situasi seperti ini, kemampuan mendeteksi dan merespons wabah sejak dini menjadi semakin terbatas.
Permasalahan kesehatan diperburuk oleh kondisi kemanusiaan yang membuat banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Kekurangan pangan dan malnutrisi dapat melemahkan daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih rentan mengalami komplikasi ketika terserang penyakit. Anak-anak menjadi kelompok yang sangat berisiko karena kombinasi kekurangan gizi dan terbatasnya akses terhadap imunisasi maupun perawatan. Perpindahan penduduk akibat konflik juga membuat pemantauan kesehatan menjadi lebih sulit dilakukan. Kepadatan di tempat penampungan sementara dapat mempercepat penyebaran penyakit apabila fasilitas sanitasi tidak mencukupi.
WHO menilai penguatan sistem surveilans menjadi penting untuk mendeteksi peningkatan kasus sebelum berkembang menjadi wabah berskala besar. Selain itu, ketersediaan obat, vaksin, cairan medis dan perlengkapan diagnostik harus dipastikan tetap menjangkau fasilitas kesehatan. Akses terhadap air bersih dan sanitasi juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya mengendalikan penyakit menular. Intervensi kesehatan perlu dilakukan bersamaan dengan peningkatan layanan gizi dan perlindungan kelompok rentan. Namun, seluruh upaya tersebut sangat bergantung pada akses kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan.
Lembaga kesehatan dan organisasi kemanusiaan menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan operasi di tengah konflik. Kebutuhan pendanaan terus meningkat sementara sumber daya yang tersedia harus dibagi untuk berbagai kebutuhan darurat. Gangguan terhadap jalur distribusi dapat menyebabkan fasilitas kesehatan mengalami kekurangan persediaan dalam waktu singkat. Karena itu, kelancaran pengiriman bantuan menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah memburuknya kondisi kesehatan masyarakat. Perlindungan terhadap tenaga medis dan fasilitas kesehatan juga diperlukan agar pelayanan dapat terus diberikan kepada penduduk sipil.
Peringatan mengenai wabah penyakit menular menunjukkan bahwa dampak konflik di Yaman tidak hanya berasal dari kekerasan langsung, tetapi juga dari kerusakan sistem pelayanan dasar. Tanpa akses kesehatan, air bersih, sanitasi dan pangan yang memadai, penyakit dapat menimbulkan korban dalam jumlah besar terutama di kalangan masyarakat yang telah berada dalam kondisi rentan. WHO mendorong dukungan internasional tetap diberikan untuk mempertahankan layanan kesehatan dan memperkuat respons terhadap potensi wabah. Pencegahan menjadi semakin penting karena kemampuan sistem kesehatan Yaman menangani lonjakan pasien masih terbatas. Keberlanjutan bantuan kemanusiaan akan menjadi faktor penting untuk mencegah krisis kesehatan berkembang semakin luas di tengah konflik.