Jakarta, 4 Oktober 2026 – Film Laut Bercerita mulai hadir di bioskop Indonesia dengan membawa kisah drama sejarah yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Leila S. Chudori. Cerita berpusat pada kehidupan Biru Laut dan kelompok mahasiswa yang aktif menyuarakan kritik di tengah situasi politik menjelang berakhirnya era Orde Baru. Film tersebut mengangkat tema persahabatan, keluarga, kehilangan, serta perjuangan mencari keadilan.
Biru Laut digambarkan sebagai mahasiswa yang terlibat dalam aktivitas bersama sejumlah rekannya. Mereka berdiskusi, menyusun berbagai kegiatan, dan menyuarakan pandangan mengenai kondisi sosial serta politik yang terjadi pada masa itu. Aktivitas tersebut membuat Laut dan teman-temannya harus menghadapi tekanan ketika ruang untuk menyampaikan kritik semakin terbatas.
Perjalanan Laut kemudian membawa cerita memasuki situasi yang semakin berat ketika sejumlah aktivis mengalami penculikan dan kekerasan. Kehilangan mereka meninggalkan pertanyaan besar bagi keluarga yang menunggu kepastian mengenai nasib orang-orang terdekatnya. Cerita tidak hanya menampilkan pengalaman para aktivis, tetapi juga menggambarkan dampak panjang yang dirasakan keluarga setelah kehilangan anggota mereka.
Sudut pandang keluarga menjadi bagian penting melalui sosok Asmara Jati, adik Biru Laut. Ia bersama keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan berusaha mencari jawaban mengenai keberadaan para aktivis yang tidak kembali. Penantian tersebut menghadirkan pergulatan emosional antara harapan, kehilangan, dan keinginan memperoleh kepastian.
Versi layar lebar Laut Bercerita menghadirkan sejumlah aktor dan aktris Indonesia untuk menghidupkan karakter dalam novel. Reza Rahadian memerankan Biru Laut, sementara Dian Sastrowardoyo tampil sebagai Asmara Jati. Pemeran lain yang terlibat antara lain Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Nicholas Saputra, Putri Marino, Chicco Jerikho, dan sejumlah nama lainnya yang mengisi karakter dalam perjalanan cerita.
Adaptasi film mempertahankan perhatian utama pada pengalaman manusia di balik periode sejarah yang menjadi latarnya. Hubungan antara Laut dengan keluarga, sahabat, dan sesama aktivis menjadi elemen yang membawa penonton memahami dampak peristiwa dari sisi personal. Perjalanan para karakter juga memperlihatkan bagaimana sebuah kehilangan dapat terus memengaruhi orang-orang yang bertahan dan menunggu kepastian.
Kehadiran Laut Bercerita di bioskop memperluas perjalanan novel yang sebelumnya telah dikenal luas oleh pembaca Indonesia. Melalui medium film, kisah Biru Laut dan keluarganya disampaikan dalam bentuk visual dengan tetap membawa tema mengenai ingatan, kehilangan, kemanusiaan, dan pencarian keadilan. Film tersebut sekaligus menjadi salah satu adaptasi karya sastra Indonesia yang hadir di layar lebar pada 2026.